Selasa, 20 April 2010

Memory Games toward English Vocabulary Mastery

Memorial Games in My English Teaching

 

Memorial Games toward English Vocabulary Mastery

 

Belajar suatu bahasa ibarat belajar mendirikan sebuah bangunan. Semua orang maklum bahwa bangunan itu dibuat dari bahan-bahan bangunan, seperti batu bata, kerikil, semen, kayu, dan sebagainya. Bahasa bak sebuah bangunan itu. Dia tersusun dari bahan-bahan penyusunnya, yaitu kosakata. Kosa kata inilah bak bahan bangunan itu. Kalau kita ingin mendirikan bangunan yang kecil, maka bahan bangunan yang diperlukan tidak begitu banyak, tetapi apabila kita menginginkan yang lebih besar berarti bahan bangunannya juga lebih banyak. Dengan kata lain, semakin banyak bahan bangunan yang tersedia, maka semakin besar bangunan yang bisa kita peroleh. Begitu juga dengan bahasa, semakin banyak kosa kata yang dimiliki seseorang, maka semakin luas bahasa yang dikuasainya.

Pengalaman yang telah dilakukan penulis, saat siswa bimbingan belajar menghadapi UN, mereka diberikan soal UN tahun sebelumnya, kemudian menganalisis hasilnya, lalu dilakukan pembahasan, salah satu caranya adalah dengan memberikan arti kata, kemudian siswa menjawab ulang. Ternyata kebanyakan siswa menjawab dengan benar. Dari beberapa pengujian kosa kata, kebanyakan dari mereka tidak dapat mengingatnya, meskipun kosa kata tersebut sederhana dan sering digunakan dalam buku-buku bahasa Inggris yang mereka pelajari. pun tidak Hal ini, penulis mengambil kesimpulan, bahwa penguasaan kosa kata akan mempengaruhi nilai perolehan peserta didik. Hal ini ditunjukkan dengan hampir semua soal-soal yang sukar, setelah diberitahukan arti kata, satu atau lebih, mereka mampu menjawab dengan benar, atau soal menjadi lebih mudah.

Dari pemikiran dan pengalaman inilah, maka hal yang paling mendasar dalam mempelajari suatu bahasa adalah dengan memperkaya kosa kata. Terkait dengan proses pembelajaran bahasa Inggris, maka kosa kata bahasa Inggris harus banyak dimiliki oleh semua siswa yang mempelajarinya. Sisi ini lah yang harus ditingkatkan porsinya dalam proses tersebut. Yang menjadi permasalahannya adalah, bagaimana cara 'menanamkan' kosa kata yang sebanyak-banyaknya kepada peserta didik? Mampukah mereka menguasai kosa kata sebanyak mungkin? Bisakah kosa kata yang telah mereka miliki bertahan lama, sehingga mereka dapat menggunakannya pada saat menghadapi tes bahasa Inggris? Dan, banyak lagi pertanyaan yang muncul dalam benak kita. 

Apa itu Memorial Games?

Penulis adalah mantan guru Komputer (TIK). Dulunya, penulis mengajar komputer dan juga bahasa Inggris. Dengan berbekal pengalaman ini penulis berupaya mengembangkan suatu bentuk pendekatan pembelajaran bahasa Inggris yang menggunakan pola kerja yang ada pada komputer, yaitu adanya memori. Hanya saja pendekatan ini dimodifikasi sebagai sebuah game (permainan) dengan tujuan peserta didik bisa belajar sambil terhibur (edutainment).

Ada dua tahapan dalam memorial game ini, yaitu: FEEDING dan LOADING

  1. Feeding

Feeding berarti memberi makan. Seseorang yang ingin membesarkan tubuhnya, maka ia harus memberi makan dirinya melalui mulut, sedangkan upaya untuk 'memberi makan' otaknya dengan informasi atau pengetahuan dilakukan lewan pancainderanya. Indera yang paling dominan dalam proses pembelajaran bahasa Inggris adalah indera penglihatan dan pendengaran, yaitu mata dengan cara membaca, dan telinga dengan cara mendengarkan. Melalui kedua indera inilah kosa kata ini masuk ke ingatan (memori) para pelajar.

Tahapan ini merupakan tahapan pengisian memori siswa dengan kosa kata. Woolfolk (….) mengatakan bahwa untuk memasukkan suatu informasi kedalam long-term memory, salah satu caranya adalah dengan repetition (pengulangan). Di sini penulis mengupayakan pengulangan paling sedikit adalah 3 (tiga) kali.

Ada 3 langkah dalam upaya ini:

  1. Langkah 1: Mendengar/membaca

    Pada langkah ini, siswa mendengarkan sekelompok kata yang diberikan artinya. Hal ini dilakukan tanpa menulis apapun dengan tujuan melatih mempertahankan pengetahuan (kosa kata) pada memori mereka. Pada awalnya, diberikan antara 10 hingga 15 kata. Untuk kemudian ditingkatkan lebih banyak lagi.

  2. Langkah 2: Menulis

    Kosa kata yang telah diberikan pada langkah 1, ditulis kembali oleh siswa beserta artinya. Mereka menghitung berapa banyak kosa kata yang dapat mereka ingat. Hal ini dilakukan agar mereka dapat mengetahui perkembangan jumlah kosa kata yang mampu mereka ingat pada game selanjutnya.

  3. Langkah 3: Menulis

 

….. (bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar